Beringin Putih Kembar Rektorat: Jejak Peresmian Kampus IPB Darmaga

Beringin Putih Kembar Rektorat: Jejak Peresmian Kampus IPB Darmaga

Beringin Putih Kembar Rektorat: Jejak Peresmian Kampus IPB Darmaga

Dua beringin putih di halaman Gedung Rektorat Andi Hakim Nasoetion bukanlah pohon biasa. Beringin putih kembar bernama latin Ficus benjamina ini merupakan monumen jejak peresmian Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Darmaga. Presiden Soeharto dan Ibu Negara Tien Soeharto menanam kedua beringin putih tersebut pada tanggal 27 April 1995 dalam rangkaian peresmian kampus ini. Merujuk catatan Arsip Foto Koleksi Biro Komunikasi (Arsip IPB), Presiden beserta Ibu Negara melakukan prosesi penanaman setelah berkeliling meninjau Kampus IPB Darmaga.

Soeharto IPB
Gambar 1. Potret Presiden Republik Indonesia Ke-2 Bapak Soeharto didampingi oleh Rektor IPB Bapak Prof. Dr. Ir. Sitanala Arsyad sedang melaksanakan prosesi penanaman pohon beringin di halaman depan Gedung Rektorat, 27 April 1995 (Sumber: Arsip IPB)

Beringin putih kembar tersebut juga menjadi saksi mandat yang diberikan Presiden Soeharto kepada IPB. Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi IPB di dalam pengembangan pertanian. Peresmian Kampus Darmaga menandai arti penting IPB untuk terus berpartisipasi di dalam pembangunan nasional melalui sektor pertanian. Seperti disebutkan Syafrida Manuwoto dkk (2017: 133), Presiden Soeharto menyampaikan bahwa “pembangunan nasional tetap bertumpu pada bidang pertanian. Dalam kaitan ini Presiden menghargai program-program IPB yang mendorong pengembangan agribisnis dan agroindustri.” Selain itu, Presiden juga menekankan agar IPB dapat memajukan pertanian yang hanya mungkin dicapai dengan IPTEK.

Peresmian ini merupakan ujung dari pengembangan Kampus IPB Darmaga yang telah dilakukan sejak tahun 1992 dengan bantuan finansial dari Jepang melalui proyek Overseas Economic Cooperation Fund (OECF) I. Pengembangan Kampus IPB Darmaga dilakukan untuk membangun tiga fasilitas penting (Mansjoer dkk 2017: 102). Ketiganya adalah Gedung Rektorat seluas 15.835 m², Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) seluas 39.971 m², dan Fakultas Peternakan (Fapet) seluas 41.845 m².

Tertanamnya beringin putih kembar di depan Gedung Rektorat Andi Hakim Nasoetion juga menjadi tanda dimulainya pemusatan IPB ke Kampus Darmaga. Seperti dijelaskan Sri Supraptini Mansjoer dkk (2017: 113), “Kampus IPB yang dulunya tersebar di Baranangsiang, Taman Kencana, dan Gunung Gede secara bertahap dipusatkan di Kampus Darmaga, dimulai dengan perpindahan Rektorat dan Fapet pada tahun 1995.” Pada tahun peresmiannya, Kampus Darmaga memang telah memiliki fasilitas lengkap sebagai pusat aktivitas IPB. Selain Rektorat, FPIK, dan Fapet, kala itu Kampus Darmaga juga telah memiliki gedung-gedung Fakultas Kehutanan, Fakultas Teknologi Pertanian, PPLH, LSI, GMSK, PAU, Grawida, dan Gelanggang Olahraga.

Soeharto IPB
Gambar 2. Potret Presiden Republik Indonesia Ke-2 Bapak Soeharto telah selesai melaksanakan prosesi penanaman pohon beringin di halaman depan Gedung Rektorat, 27 April 1995 (Sumber: Arsip IPB)

Beringin putih kembar yang ditanam Presiden Soeharto beserta Ibu Negara ini merupakan satu dari 173 jenis tumbuhan yang ada di Kampus IPB Darmaga. Berdasarkan catatan Abdul Haris Mustari (2020: 438), berbagai beringin yang ada di Darmaga tersebar di berbagai area selain Gedung Rektorat Andi Hakim Nasoetion. Antara lain adalah Jl. Tanjung, Asrama Putra, Fakultas Kehutanan, dan LSI. Beringin ini juga menjadi salah satu habitat penting bagi satwa di Kampus Darmaga, yaitu mamalia dan burung (Mustari 2020: 35, 38).

Dengan demikian, ditanamnya beringin putih kembar pada peresmian Kampus IPB Darmaga dapat dimaknai sebagai simbol keanekaragaman hayati di dalam pembangunan kampus. Pengembangan berbagai fasilitas fisik tidak hanya tentang membangun gedung, tetapi juga harus memperhatikan kelestarian alam. Beringin putih kembar Rektorat menunjukkan arti penting “keanekaragaman hayati dan keasrian kampus yang perlu dijaga dan dilindungi oleh segenap sivitas akademika sehingga akan terwujud kampus hijau yang diinginkan,” mengutip Abdul Haris Mustari (2020: vi).

Referensi

Arsip IPB, Arsip Foto Koleksi Biro Komunikasi, album 15, Peresmian Kampus IPB Darmaga, 1995.

Mansjoer, Sri Supraptini, Sundaningsih, Naresworo Nugroho, Oetomo Djajanegara, Sitanala Arsyad, Suryono Suryokusumo, Suwarno Sutarahardja, Bambang Pranggodo, Cahyono Tri Wibowo. 2017. Sejarah Perjalanan Institut Pertanian Bogor Sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi Pertanian, 1963-2017. Buku II: Pembangunan Gedung-Gedung IPB. Bogor: IPB Press.

Manuwoto, Syafrida, Agustin Wydia Gunawan, Lina Kristina Dewi, Syafitri Hidayati, Busaid. 2017. Sejarah Perjalanan Institut Pertanian Bogor Sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi Pertanian, 1963-2017. Buku I: Pertumbuhan Dan Perkembangan IPB. Bogor: IPB Press.

Mustari, Abdul Haris. 2020. Biodiversitas di Kampus IPB University: Mamalia, Burung, Amfibi, Reptil, Kupu-kupu dan Tumbuhan. Bogor: IPB Press.

Rahman C. Adiatma, Staf edukator Museum dan Galeri IPB Future