Kooperasi untuk Penguatan Pendidikan: Kerja Sama IPB dan University of Wisconsin pada 1980-an
Kooperasi untuk Penguatan Pendidikan: Kerja Sama IPB dan University of Wisconsin pada 1980-an
Kerja sama internasional Institut Pertanian Bogor (IPB) memiliki riwayat sejarah panjang. Salah satu yang terawal telah dilakukan IPB dengan Amerika Serikat sejak era 1960-an hingga 1980-an. Seperti dijelaskan ahli ekofisiologi tanaman IPB Muhamad Achmad Chozin (2006: 157), kerja sama tersebut dilakukan IPB dengan tiga institusi yaitu University of Kentucky, Midwest University Consortium for International Activity (MUCIA), dan University of Wisconsin. Chozin kemudian menambahkan bahwa tujuan kerja sama tersebut adalah untuk melakukan penguatan pendidikan di IPB dengan beberapa fokus. “Semua kolaborasi ini berfokus pada pengembangan fakultas, pengembangan kurikulum, dan pembangunan institusi,” sebutnya.
Kerja sama IPB dengan University of Wisconsin sendiri berlangsung pada dasawarsa 1980-an sebagai tindak lanjut kooperasi sebelumnya bersama MUCIA. Dijelaskan oleh Edi Guhardja dkk (2017: 37) bahwa pada awalnya kerja sama dengan Wisconsin ini masih terbatas hanya dalam pemberian kesempatan studi pascasarjana di bawah payung Graduate Education Project. Dua figur penting dari Wisconsin dan IPB memimpin pelaksanaan inisiatif ini: Dr. John T. Murdock sebagai koordinator dan drh. Ikin Mansjoer, M.Sc. sebagai koordinator bantuan Amerika Serikat.

Dalam perkembangannya, kerja sama IPB-Wisconsin untuk memberikan kesempatan studi pascasarjana tersebut melahirkan banyak lulusan. Edi Guhardja dkk (2017: 38) mencatat kerja sama ini berhasil meluluskan 8 orang jenjang doktoral dan 8 orang program master. Namun, lulusan terbanyak terdapat dalam program non-degree. Seperti dijelaskan Guhardja dkk, “selain degree program, ada juga non-degree program (Short Term Training Participants) di University of Wisconsin yang berlangsung pada tahun 1981-1984. Jumlah keseluruhan partisipan non-degree program sebanyak 45 orang.”
Seiring berjalannya waktu, kerja sama dengan Wisconsin selama 1980-an ini juga memberikan perhatian dalam pengembangan kurikulum IPB. Hal ini dilakukan melalui dua bentuk: mendatangkan konsultan dari Wisconsin (short term advisers) dan mengirimkan staf senior IPB ke Wisconsin (short term training participants). Guhardja dkk (2017: 39-40) merincikan bentuk kerja sama ini sebagai berikut:
“Melalui Special Academic Program, Suhardjo S. dari Departemen GMSK Fakultas Pertanian mempelajari gizi masyarakat (community nutrition) selama 1,5 bulan dan Sediono M. P. Tjondronegoro dari Departemen Sosek Fakultas Pertanian mempelajari ekologi manusia (human ecology) selama 1,5 bulan. Konsultan yang didatangkan pada tahun 1982 adalah Dr. Cecilia Jean Wiedemann untuk membantu menyusun kurikulum dan silabus dalam rangka membuka program pascasarjana (S2) bidang GMSK, Fakultas Pertanian (sekarang FEMA) IPB. Selain itu, dikirimkan juga empat staf senior GMSK yaitu Ir. Suprihatin Guhardja, Ir. Khumaidi, M.Sc., Ir. Amini Nasoetion, dan Ir. Marijati Sukarni, MPH. untuk menggali informasi dan pengetahuan pengembangan S2 bidang Keahlian Gizi Masyarakat dan Home Economics. Pada tahun 1982, short-term advisers yang didatangkan sebagai konsultan untuk basic sciences (kimia) adalah Prof. Marion O’Leary dan Prof. Elizabeth Kean, keduanya dari Department of Chemistry University of Wisconsin–Madison untuk membantu Departemen Kimia FMIPA IPB dalam bidang pengembangan dan penilaian teknik mengajar memecahkan persoalan pada kuliah kimia tingkat persiapan.”
Guhardja dkk (2017: 41) lebih lanjut meneruskan bahwa pada era 1980-an terdapat kebutuhan “mendesak untuk memiliki kampus yang memadai dalam menanggulangi peningkatan jumlah mahasiswa.” Berangkat dari hal ini, maka kerja sama IPB-Wisconsin pada akhirnya juga menyasar usaha pembangunan fasilitas pendidikan. Sebagai tulang punggung, dirancang sebuah master plan pengembangan Kampus IPB Darmaga. Selain itu, pembangunan juga dilakukan untuk fasilitas berupa information resource center dan environmental studies center. Dua fasilitas ini pada akhirnya selesai dibangun sebagai gedung Lembaga Sumberdaya Informasi (LSI) dan gedung Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH).

Setelah era 1980-an, hubungan baik IPB dan University of Wisconsin tidak berhenti meskipun kerja sama telah selesai. Hal ini salah satunya ditandai dengan diberikannya anugerah penghargaan kepada para sivitas IPB oleh Wisconsin. Yang cukup menonjol adalah pemberian gelar doktor kehormatan bagi Prof. Dr. Jajah Koswara berkat capaian penting beliau dalam pengembangan jagung hibrida pada tahun 1991. Selain itu, Rektor IPB periode 1998-2002 Prof. Aman Wirakartakusumah juga mendapat Penghargaan Prestasi Seumur Hidup dari Wisconsin Alumni Association pada tahun 2018.
Referensi
Chozin, M. A. 2006. “An Introduction to Bogor Agricultural University.” Bulletin of the Faculty of Agriculture Niigata University, Vol. 58, No. 2, hlm. 155-59.
Guhardja, Edi, Suprihatin Guhardja, Ikin Mansjoer, Hendra Adijuwana, Syafrida Manuwoto, Syafitri Hidayati, Tineke Mandang, dkk. 2017. Sejarah Perjalanan Institut Pertanian Bogor sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi Pertanian, 1963-2017. Buku III: Sejarah Kerja Sama IPB-Luar Negeri. Bogor: IPB Press.
Rahman C. Adiatma, Staf edukator Museum dan Galeri IPB Future