Mendokumentasi Keragaman Burung Kampus Darmaga: Riset Awal Bas van Balen pada 1980-an
Bas van Balen bukanlah nama asing dalam dunia ornitologi Indonesia. Ia dikenal telah menggeluti studi burung di negeri ini sejak masa awal merintis karier pada dasawarsa 1980-an. Ketika itu, Van Balen menulis tesis untuk meraih gelar MSc di Universiteit Utrecht dengan judul Comparison of Bird …
Pionir Publisistik di IPB: Pers Mahasiswa “Almamater” pada 1970-an
Institut Pertanian Bogor (IPB) dikenal memiliki almunus yang berkiprah dalam berbagai macam bidang. Salah satu di antara sekian bidang itu adalah publisistik. Sejak dulu hingga kini, IPB telah melahirkan talenta-talenta penting industri pers nasional Indonesia. Misalnya adalah Uni Lubis, Pemimpin Redaksi IDN Times yang merupakan …
Walet Jari Tiga: Riset Awal Penting dari Soekarja Somadikarta, Bapak Ornitologi Indonesia
Burung walet pada umumnya diketahui memiliki jari yang berjumlah empat. Akan tetapi, terdapat satu jenis dengan klasifikasi genus Aerodamus papuensis (sebelumnya terkenal sebagai Collocalia papuensis) yang menjadi “satu-satunya burung walet yang memiliki tiga jari” (Tarburton 2018: 126). Seperti namanya, walet Collocia papuensis ini memang endemik …
Menggagas Pendidikan Tinggi Pertanian pada Zaman Penjajahan: Volksraad dan Cikal Bakal IPB
Cikal bakal Institut Pertanian Bogor (IPB) tidak dapat dipisahkan dari kemunculan pendidikan tinggi pertanian di negeri ini. Seperti diutarakan Soekarja Somadikarta dkk, pendidikan tinggi pertanian Indonesia telah muncul sebelum IPB berdiri. “Pendidikan tinggi ilmu pengetahuan pertanian di tanah air kita ini sudah dimulai jauh sebelum …
Mengabdi untuk Pangan Negeri: Giat IPB dalam Penyuluhan Pertanian pada 1960-an
Kemerdekaan politik yang kita raih pada tahun 1945 ternyata tak sepenuhnya mengatasi tantangan yang muncul pada masa penjajahan. Seperti dituturkan dosen Departemen Agronomi Institut Pertanian Bogor (IPB) Ir. Djatijanto Kretosastro, M.Sc. kepada mahasiswanya. Indonesia pada awal dasawarsa 1960-an masih terjebak dalam persoalan pangan yang telah …
SEARCA dan Kiprah IPB di Panggung Pertanian Asia Tenggara
Dinamika pendidikan tinggi pertanian di Asia Tenggara mencatat momentum krusial pada pertemuan Southeast Asian Ministers of Education Secretariat (SEAMES) di Manila. Pada pertengahan dekade 1960-an, SEAMES mengadakan forum strategis. Prof. Dr. Toyib Hadiwijaya, selaku Rektor IPB dan Ketua Dewan Eksekutif SEAMEC Indonesia, hadir dengan visi …
Dekolonialisasi IPB: Meniti Identitas Pendidikan Tinggi (Bagian-4)
Lanjutan dari bagian 3. Berlangsungnya perubahan, sebagai hal yang mengiringi transformasi Universitas Indonesia (UI) di Bogor menjadi Institut Pertanian Bogor (IPB), terjadi karena komitmen para civitas kampus ini. Namun, faktor lain yang juga mesti diperhatikan ialah adanya eksistensi agensi di luar IPB yang turut hadir …
Dekolonialisasi IPB: Meniti Identitas Pendidikan Tinggi (Bagian-3)
Lanjutan dari bagian 2. Pendidikan tinggi kolonial bukanlah sesuatu yang asing di Bogor. Faculteit van Landbouwwetenschap, seperti yang telah disinggung pada bagian kedua sebelumnya, berkedudukan di kota ini. Setelah eksistensi fakultas tersebut berakhir pada tahun 1942, riwayat pendidikan tinggi di kota ini adalah cerita tentang …
Dekolonialisasi IPB: Meniti Identitas Pendidikan Tinggi (Bagian-2)
Lanjutan dari bagian 1. Perubahan datang dari suatu keadaan lama yang coba diubah. Salah satu persoalan mendasar dari pendidikan tinggi yang diadakan oleh Belanda di Indonesia ialah hanya berfokus untuk melahirkan pegawai administratif (klerikal) dari negara kolonial. Seperti dicatat oleh Mochtar Buchori dan Abdul Malik …
Dekolonialisasi IPB: Meniti Identitas Pendidikan Tinggi (Bagian-1)
Institut Pertanian Bogor (IPB) didirikan pada tahun 1963. Kampus ini menjadi wujud transformasi Universitas Indonesia (UI) di Bogor, yaitu Fakultas Pertanian dan Kedokteran Hewan, yang mana kedua fakultas tersebut telah berdiri sejak lebih dari satu dekade sebelumnya. Meskipun demikian, transformasi tersebut bukan sekedar sebuah pemisahan …